Showing posts with label perjuangan. Show all posts
Showing posts with label perjuangan. Show all posts

Wednesday, October 21, 2015

Suatu memoir "afalaa tubsiruun/ta tafakkaruun"...A memoir of "afalaa tubsiruun/afala ta tafakkaruun"

Sidang pembaca blog ini...

Teringat sepotong ayat al Quran Surah Al Jumaah ayat 11 (62:11)....
A010
Kemudian setelah selesai solat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing), dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).


my lonely home under the heaven
Photo credit to www.zahariz.com

Makna kata, setelah selesai solat dan beribadah, Allah swt suruh kita keluar berusaha, bukan bersantai santai, usaha bersungguh sungguh cari rezeki atau pa yang dihajati mengikut kelebihan, kemahiran dan kepakaran masing masing SAMBIL mengingati Allah banyak banyak dan Allah doakan kita berjaya.

Ada beberapa perkara;
  1. Solat kemudian;
  2. Berusaha mencari kurnia Allah SAMBIL;
  3. Mengingati Allah dengan apa jua cara sekalipun;
  4. Dan dengan keadaan sedemikian Allah doakan kita berjaya dunia dan akhirat

Photo credit to www.zahariz.com

Justeru, bolehlah diambil kefahaman bahawa kita masing masing punya peranan mengikut kelebihan dan kepakaran masing masing maka laksanakanlah usaha sebaik mungkin mengikut kepakaran masing masing dan berjayalah kita dalam usaha kalian...



Teringat akan ungkapan di atas saat aku membaca blog Sdra Zahariz sambil rasa terkesima memenuhi ruang pemikiran dan rasa www.zahariz.com dan alhamdulillah aku bangga punya rakan sehebat ini---dia seorang "multiskills"...photographer, writer, traveler dan moga moga jadi daei yang berjaya....

Photo credit to www.zahariz.com
Membacanya dan meneliti kisah perjalanan, aku kagumi susuk ini. Semangat dan inspirasi yang aku perolehi dari hikmah ceritanya membuatku rasa semacam.

Kisah dia adalah inspirasi...
Jika dia BOLEH mengapa kita tidak?

Aku membayangkan diriku dalam semangat yang sama seperti beliau. Jika setiap diri melaksanakan dan melakukan peranan masing masing dengan sebaiknya berbanding bercakaran sesama sendiri....secara keseluruhannya pasti Islam kan bangkit dan kuat kembali...ini rasa yang hadir.

Saudara Zahariz punya semangat dan keinginan yang kuat. Punya wawasan tersendiri serta komitmen yang jitu tentang apa yang mahu dilakukan dengan hidupnya. Ringkasnya, dia dia memahami akan dirinya dan meletakkan dirinya dalam kerangka yang sesuai dengan hidupnya. Dia suka mengembara, dan menggunakan itu sebagai langkah untuk maju kehadapan sebagai pengembara yang meneliti dunia keindahan ciptaan Illahi....

Aku fikir dia sedang melaksanakan apa yang Allah swt katakan sebagai melihat ciptaan Allah di langit dan di bumi agar mengerti dan memahami akan semuanya ialah milik dan dijadikan oleh Maha Pencipta. Ringkasnya, pengembaraan beliau ialah pengembaraan mengenali diri dan mengenali Maha Pencipta.

Photo credit to www.zahariz.com
Beliau menjadikan kemahiran + kemahuan + kepakaran + semangat + ilmu (fotografi, videografi, penceritaan serta komunikasi) + hidupnya dan menggembelingkan semua menjadi suatu tatapan dan cerita yang boleh kita mengambil inspirasi darinya. Itulah Zahariz Khuzaimah. Seorang Islam dan anak melayu yang membuktikan dirinya....."jika orang lain BOLEH mengapa aku tidak boleh".

Aku mengimpikan individu ummah yang "versatile" dan "multiskills"....aku juga ingin menjadi sedemikian dengan caraku sendiri....

Moga kalian juga akan berjaya dunia dan akhirat hendaknya...

Amiin...



English Version:

Dear blog readers...

I remember suddenly of the verse from the Holy Quran of Sura Al Jumuah verse 11 (62:11)
A010

And when the Prayer is finished, then disperse in the land and seek of Allah’s grace, and remember Allah much, that you may prosper.

Which means that, whenever a person has completed his solah, one is urged to go out or disperse on earth and seek his bounties while doing so he must be in the state of remembrance of Allah in whichever ways he can and not only that, Allah pray for his success and prosperity in his life (in this world and hereafter). 

There few things that we can learn from here:
  1. Pray and then;
  2. work hard to seek Allah's bounties and grace WHILE;
  3. Remember Allah as much as we can and whatever ways possible;
  4. and with that Allah pray for our success in this world and hereafter.
Hence, it is a matter of understanding that each and everyone of us has our own roles and responsibilities as well as expertise that we can do for our own good, galvanize it and make the utmost performance and be successful on that.

Reading his blog and going through his story made me at awe, and I am astonished! he is such an inspiring person to me and I think to us all. I can feel the spirit like him. 

While reading Zahariz's blog at www.zahariz.com I felt a feeling of heartful, excited and impressed coming into my mind which I couldnt explain and praise to Allah that I felt inspired and proud to have a great friend like him -- he is multiskills in his own way....a photographer, videographer, writer, traveller and I pray him to become a great Daei/Preacher as well...


His stories were inspirational and so the photos taken were amazing and awesome.
If he can Do it, why we cannot?

I dreamt of myself in the same spirit like him. Just imagine if everyone of us could do the same and explore the unimaginable in the pursuance of success in life, rather than fighting and criticizing each others, what a wonderful world we going to have....I believe that even Islam could rise again and becomes stronger and united like before......I have this kind of feelings in me....

Brother Zahari had proved of himself of strong willed person and highly spirited kind of guy. He did what he knows best. He had his vision of life, knowing what he wanted to do and moving towards it and achieved the unimaginable one could do. In short, he knew himself, and put himself in that special perspective within the framework of his vision in life. That was why he achieved tremendous achievement in his undertakings. He loved travelling and he used that interest, nurtured it and making it happened while exploring the beauty of this world, experiencing Allah almighty's works in this world. What a wonderful journey Zahari had gone through. I envy him personally.

I think he had succeeded in his endeavours and did what Allah has said so in the holy Quran - to observe and contemplate Allah's creations on earth and in the sky. This inevitably led him and us all to appreciate and recognized Allah creations and admitting that all belonged to Allah the alMighty. As a matter of fact, his journey is self realization journey to know oneself and to know the AlMighty.

Indeed he used his skills (photography, videography, writings, stroy tellings and communication), knowledge, interest, expertise, spirit, and his life, blended it togetherto make amazing story and awesome scenery that we could be inspired off. That was Zahariz Khuzaimah. There goes a saying "if he can why couldnt us" is all I could say about him.

I aspire to become like him and looking forward and urge all of us to become versatile and multi-skills like him and hopefully I could do so one fine day.

Please read through his blog at www.zahariz.com and explore the beauty and amazing stories of his journey.

I pray to Allah that that all of you are successful in this life and hereafter...insyaallah

Ameen

Tuesday, October 20, 2015

Jiwa besar.....


Suatu ketika dalam detik waktu yang terdahulu....ini kisahnya.
Setiap pagi saat aku menuju ke tempat "thumbprint" di pejabat aku pasti terserempak dengan mereka...

Itulah rutinnya...
Setiap hari itulah, mereka memulakan kerja..
Seawal pagi melaksanakan tugas tanpa jemu...
Ruang dan kawasan sangat besar untuk diselesaikan..
Tapi mereka terap tersenyum dan sentiasa menegur ku atau aku menegur mereka..


Biasa biasa akan tetapi semangat luarbiasa...
Itulah si tukang sapu...
"Assalamualaikum selamat pagi tuan"...begitulah. Pernah aku bertanya jam berapa sampai? "Seawal jam 6.30 pagi" jawab mereka. Pernah juga aku ucapkan terimakasih dan belanja sarapan pagi....seraya bertanya. "Hari Sabtu pun kerja?" tanyaku. "Kena buat tuan, sebab kalau tak buat hari Isnin nanti habis bersepah lagi banyak" ujarnya.

Aku termenung..

Kalau setiap dari diri yang ada di pejabat ini menjaga kebersihan pasti tidaklah terlalu banyak kerja yang perlu dilunaskan.

"Tak pe tuan, saya pun nak buat pahala untuk diri saya. Saya ni ngaji tak tinggi tapi sekurang kurangnya biarlah saya mampu menyumbang untuk anak bangsa kita...seperti mana tuan mengajar anak bangsa kita...tuan pun selalu balik malam sebab ada kelas malam" dia menjelaskan seolah olah memahami apa yang ada dibenak kepalaku. Aku termenung kembali....terdetik bahawa insan ini punya pemikiran dan pemahaman luar biasa akan erti perjuangan dan pengorbanan.
 Hari ini dia umpama guru pula kepada ku yang kerdil ini. Aku pelajari dari insan ini erti tidak mementingkan diri....sebuah erti pengorbanan dan semangat juang walau tanpa imbuhan atau imbuhan yang amat sedikit.

Ini cukup luar biasa bagiku...hati budinya yang sungguh luar biasa. Inilah aura yang hebat dari orang yang biasa biasa tapi punyai semangat dan daya juang luar biasa...

Aku terus termangu...memikirkan adakah pelajar pelajar ku yang bakal jadi insan insan 
hebat suatu hari nanti kan mengerti hari ini dan sekarang erti sebuah pengorbanan dan perjuangan yang ikhlas?



Kadang kadang kita perlu lebih mensyukuri hidup ini dan bersyukur kerana dipertemukan dengan insan insan hebat yang memberi kita secebis hikmah dan pengajaran. Jangan jadi manusia yang hanya menongkat langit tanpa melihat ke bumi kelak kan jadi umpama Tanggang mahupun Qarun atau Firaun yang angkuh dengan duniawi dan apa yang dimiliki walhal tidak secebis pun memiliki segala yang diRASAkan dimiliki kerana sesungguhnya semuanya adalah milikNYA....

Kita hanya sekadar punya RASA memiliki walhal sebenarnya kita tidak memiliki langsung. Segalanya adalah miliknya...telefon bimbit yang canggih yang dibeli dengan duit kita pun bukan milik kita secara hakiki....malah duit yang diguna untuk membelinya juga bukan milik mutlak, ia rezeki dari Allah dan milik Allah. Hatta nafas yang dihirup dan dihembus pun bukan milik kita....lalu bagaimana mungkin kita harus mendabik dada? Bahkan sesungguhnya, kita tidak layak langsung untuk mendabik dada dan bermegah. Oleh kerana manusia itu zalim terhadap dirinya dan menjadi angkuh dan megah lalu cuba mengambil keangkuhan dan kemegahan yang merupakan  milik Allah maka manusia dijanjikan dengan seksa dan azab dek kerana bermegah dengan apa yang bukan miliknya...

Aku mengimbau....lalu hingga saat ini sesekali aku teringat ungkapan si tukang sapu...dia hebat bagiku. Moga moga Allah redhai amalnya.....

Saturday, August 17, 2013

Ini permainan mereka......kita sentiasa tertipu!

Assalamualaikum wrt wbt....

"Anda tidak perlu jadi rakyat Mesir untuk bersimpati, anda hanya perlu jadi manusia" - Perdana Menteri Turki, Erdogan

Inilah ungkapan kecil tapi punya makna besar.........rentetan dari peristiwa tanggal 7 Syawal 1434H atau 14 Ogos 2013 di Dataran Rabaah, Mesir. Kejadian runtuhnya nilai kemanusiaan dan meningginya nilai kebinatangan. Itu yang boleh ku ungkapkan.


Dahulu, melalui ruang Facebook dan Twitter@Alwiyunus aku selalu mengulas bahawa ISLAM tidak tertegak dengan kerangka DEMOKRASI....(tidaklah aku menolak demokrasi secara total akan tetapi ada kebejatan dalam sistem itu, malah sistem sistem lain).....maksud aku ialah, ia ku anggap seperti permainan yang MEREKA cipta lalu kita bermain dengan permainan mereka. Seperti mana kita bermain bola, walhal bukan kita yang mencipta permainan itu, akan tetapi dalam banyak hal dan ketika, minat kita lebih menggila berbanding mereka yang mencipta permainan itu....lalu SYAITAN tersenyum gembira dan bangga. Mengapa.....permainan ini hanya berat sebelah, peraturan dan undang undang permainan ini milik mereka, mereka yang menentukannya. Bila bila masa peraturan dan undang undang ini boleh diubah.....

Begitu juga permainan bola tampar contohnya.....mana mungkin ia permainan kita? Dari segi saiz dan ketinggian bangsa Melayu yang rendah dan kecil ini, kita sudah kalah? Ia permainan mereka....lalu kita terkinja kinja ingin menyaingi mereka. Namun, nukilan ini bukan tentang sukan, nukilan ini tentang konsep pertembungan yang sangat berbeza ukurannya. Hanya TAQWA sahaja menjadi mizan yang menentukan kemenangan MUTLAK. Bila? Apabila kita telah memperkuatkan TAQWA! Bagaimana? Ayuh mari kita mulai dengan SOLAT FARDU BERJEMAAH di surau atau MASJID setiap 5 waktu....kalau kita benar benar ingin menjadi manusia, kalau tertanya bagaimana ingin kembali kepada jalanNYA....ayuh marilah kita SOLAT 5 WAKTU BERJEMAAH di MASJID. Kelak kalian akan lihat betapa ISLAM ini "yakluu wa laa yuklaa alaih"......


Jika kita simpati dan menyokong perjuangan di sana...ayuh kita mulai dengan diri kita sendiri. Para suami, jadilah IMAM, para isteri, jadilah MAKMUM, para anak, solatlah berjemaah, para pemimpin, solatlah berjemaah dan ajaklah pimpinan untuk solat berjemaah.....

Jika kita ingin memenangi permainan ini.....kita perlu memperkuatkan kekuatan rohani atau spiritual dahulu....kuatkan IMAN, kuatkan TAQWA.........insyaallah pertolongan Allah akan mendatangi kita.

Egyptian protesters throw rocks at security forces during the clearing of one of the two sit-ins of ousted president Morsi supporters, near Rabaa Adawiya mosque, Cairo, Egypt, 14 August 2013. According to local media reports, one soldier and dozens of protesters were killed and about 200 others arrested as Egyptian security forces began clearing Islamist protest camps in the capital Cairo on 14 August. The military-backed government described the protest camps as violent and unlawful. The biggest sit-ins are in north-eastern Cairo and south of the capital.

Panjatkan doa buat para saudara kita yang sedang berjuang di Syria, di Palestin, Di Mesir malah di mana mana tempat sekalipun....doakan para syuhada yang telah gugur.....ini zaman mereka meratah KITA...jangan biarkan ia berterusan. 

Thursday, November 15, 2012

Jauh dan perit musafir itu demi KITA

Salam ukhuwwah...

Bila ditelusuri dan ditoleh ke belakang, jauh kebelakang dalam lipatan sirah dan sejarah, terdetik RASA hiba dan pilu. Pilu dan sedih kerana perjuangan mereka itulah kita punya apa yang kita ada pada hari ini. Dalam kegelisahan dan kebimbangan, dia mengetap bibir, menitis airmata menahan kesakitan akibat kakinya digigit (ular@lipan@haiwan berbisa??) dalam keadaan memangku kepala insan agung di pangkuannya. Agak lama sebelum titisan air mata dek menahan kesakitan itu mengenai wajah mulia Baginda Nabi saw. Lalu Baginda tersedar lalu bertanya "Mengapa wahai Abu Bakar?" Walhal saat itu, sahabat paling akrab ini, teman paling kasih dan setia ini jika boleh tidak mahu mengganggu lenanya baginda Rasulullah saw....dalam hatinya hanya bimbang dan risau jika diketahui tempat persembunyian mereka oleh pemuka pemuka dan pembunuh pembunuh upahan kafir Quraisy! Itulah Abu Bakar r.a.
Itulah sebahagian cebisan peristiwa yang tertinta dalam lipatan sejarah! Adakah kita ambil peduli akan pengorbanan mereka berdua?? Adakah kita ambil tahu?? Adakah tiada RASA walau barang sedikitpun untuk memberi apresiasi akan hebatnya pengorbanan dan perjuangan mereka berdua ini? Tidakkah kita ketahui bahawa apa yg kita punyai hari ini...nikmat IMAN dan ISLAM adalah bertitik tolak dari perjuangan mereka yang terdahulu amnya dan perjuangan mereka berdua khususnya 1434 tahun hijri yang lalu! Dimana hilangnya RASA itu? Mengapa RASA itu tidak hadir, mengapa belas itu tiada dalam hati kita hari ini?

Salah satu puncanya ialah kerana kita ambil mudah, tidak ambil peduli, kita biarkan ia sekadar berlalu pergi, kita jarang mengimbau dan mengingati....kita lebih tertumpu terhadap urusan diri dan duniawi diri! "Aah! Itu dulu! Sekarang lain", "aku sendiri sudah punya cukup masalah untuk difikirkan dalam kehidupan ini", "dulu lain, sekarang lain", "mereka insan hebat...aku tiada apa apa". Malah berbagai alasan menerjah dalam kotak fikiran kita. Sebenarnya kita terlalu pentingkan diri sendiri jika itu yang kita ungkapkan! Kita hanya pedulikan diri sendiri, walhal akhirnya nanti kita perlukan syafaat baginda Nabi saw di akhirat kelak. Kita tidak mahu muhasabah dan mengenang perjuangan mereka, hati kita cukup 'keras' untuk memberi perhatian terhadap kisah ini! "Ada aku kisah?" Itulah yang kita ungkapkan dibibir mulut. Inilah kita! "Nauuzubillah"

Jika kita benar ambil peduli, bilakah kita mengimbau kisah ini? Bilakah kita bercerita kisah kisah mereka kepada anak anak kita malah keluarga kita! Adakah selama ini kita melalui titian kehidupan dengan mengambil ibrah@pengajaran dari kisah kisah perjuangan dan pengorbanan mereka? Lalu menuruti jejak langkah mereka iaitu "orang orang yang berjaya di dunia dan akhirat?" Tidakkah benar jika aku katakan kepada kalian bahawa jika tidak kerana datuk dan nenek kita malah moyang kita yg menanam pohon durian itu suatu waktu dulu, mampukah kita merasai buah durian yang enak dan lazat yang kita nikmati pada hari ini? Sudah tentu tidak! Adakah mereka mengharapkan pohon durian itu akan segera tumbuh dan menghasilkan buah tika hayat mereka? Sudah tentu tidak! Begitulah jua kehidupan kita hari ini. Jika bukan kerana pengorbanan, usaha dan perjuangan mereka yang terdahulu, tentu tidak dapat sama sekali kita nikmati kemudahan dan kesenangan kehidupan yang kita lalui pada hari ini! Itulah hakikat kehidupan. Ia saling berkait antara zaman ini dan zaman sekarang mahupun zaman akan datang! Tidak boleh dinafikan sama sekali!

Jika bukan kerana perjuangan orang orang terdahulu, tidaklah Islam ini sampai ke jagat raya alam Melayu ini! Hargailah nikmat IMAN dan ISLAM ini dengan sebenar benarnya dan dengan bersungguh sungguh! Jangan alpa dan lalai! Ikutilah jejak perjalanan yang telah dilalui oleh mereka yang mendapat REDHA Allah! Syukurilah dan hargailah perjuangan Nabi saw dan para sahabat, para tabiin, para tabi' tabiin, para ulama, para syuhada'.....

 Maal Hijrah! Hijrahlah diri dengan sebenar benarnya dengan mengikuti jalan yang dicontohi oleh para anbiya dan muttaqiin terdahulu! Siapa kita hari ini tidak penting, akan tetapi apa yang lebih utama ialah apa yang boleh dan mampu kita sumbangkan terhadap ISLAM lalu kita manifestasikan dalam kehidupan ini, adalah lebih utama dan penting! Jangan terkeliru! Perbaikilah diri, perbaikilah urusan agama! Perbaikilah akhlak! Mari kita laksanakan TRANSFORMASI HIJRAH DIRI sempena MAAL HIJRAH ini.....Ameen Ya Rabb!


Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.




Thursday, November 1, 2012

Perjuangan yang panjang dengan berprinsip!

Salam ukhuwwah...

Membelek kembali lipatan sejarah 'sirah Rasulullah'....aku teringat suatu peristiwa ketika Fathul Makkah. Saat itu genting dan gawat kerana pihak Kuffar sangat ketakutan, gempar dan huru hara, memikirkan apa akan berlaku kepada nasib diri. Mereka telah mengangkat pedang memerangi Nabi, malah menyeksa saudara saudara seagama, mereka memerangi kaum Muslimin dari segenap sudut buat beberapa lama. Justeru, mereka merasa amat gentar dan takut akan nasib mereka sendiri. Masing masing cuba lari dan menyelematkan diri. Gerombolan muslimin yang tidak takut mati itu sedang berbondong bondong memasuki Mekah dari segenap penjuru. Para pemuka Quraisy juga semakin gempar, resah dan sangat gelisah. Diraut muka Abu Sufyan, pembesar dan pemimpin golongan Kuffar, antara yang paling kuat memerangi Nabi saw terpancar wajah ketakutan dan cemas. Tidak dapat menjangka apa yang akan berlaku. Abu Sufyan membayangkan saat kematian dirinya yang sangat hampir! Tenteranya telah lemah, tiada siapa yang akan menghalang kemaraan gerombolan kaum Muslimin. Segalanya makin gawat! Itulah senarionya. Lalu disaat saat tidak keruan itu, disaat saat setiap diri merasa teramat dekat dengan kebimbangan akan kematian yang menjelma kerana menjangka balasan dari perbuatan mereka terdahulu, terdengar suara Baginda Rasulullah saw sayup sayup.....antara yang kedengaran ialah "sesiapa yang masuk rumah Abu Sufyan, dia akan selamat"....berbondonglah kaum Kuffar memasuki rumah Abu Sufyan. Abu Sufyan sendiri terpinga pinga! 

Inilah sebahagian dari senario dalam peristiwa pembukaan Mekah oleh Baginda Rasulullah saw ribuan tahun hijrah yang dahulu. Beberapa persoalan menerjah kotak fikiranku. Mengapa Nabi saw berbuat sedemikian? Apakah perolehan strategi dari sikap Nabi saw itu? Apakah kesan dakwah dan kesan politik dari sikap Nabi saw yang sangat pemaaf itu?

Syugia diingatkan bahawa, peristiwa pembukaan Mekah itu terakam dalam alQuran....ia adalah peristiwa kemenangan perjuangan Islam menentang kaum Musyrik. Berbondong bondong orang yang dahulunya menentang sekarang sudah mengucap dan masuk Islam. Inilah natijah strategi dakwah dan jihad Rasulullah saw yang sering kita tidak ambil tahu akan ibrahnya.

Ada beberapa ibrah atau pengajaran utama yang ingin saya kongsikan dari peristiwa ini yang boleh kita kaitkan dengan senario kita pada hari ini, antaranya ialah:


  • Islam bukan agama peperangan, peperangan dan memperjuangkan sesuatu adalah demi mempertahankan agama dan hak, justeru dakwah dan keamanan adalah diutamakan.


  • Terpancar suatu sikap mulia, nilai kepimpinan yang tinggi oleh Nabi saw dari peristiwa ini, iaitu bagaimana cara yang ditonjolkan oleh Rasulullah saw dalam mengguna kaedah dakwah dengan cara aman terhadap penentang penentang Islam seperti Abu Sufyan...tiada benci, tiada dendam, tiada pertumpahan darah, tiada pergaduhan atas peristiwa yang berlalu. Hari ini ialah hari ini, yang berlalu itu tidak perlu diungkit kembali. Justeru itulah bagaimana Nabi saw menetapkan polisi sedemikian kepada semua orang Kuffar iaitu untuk berlindung di rumah Abu Sufyan agar mereka selamat. Bagi saya ia juga adalah manifestasi kaedah penghormatan dan pemeliharaan maruah Abu Sufyan sebagai pemimpin kepada golongan Kuffar pada masa itu. Ia bukan pengiktirafan kepada kepimpinan Abu Sufyan akan tetapi suatu bentuk dakwah yang halus yang mana akhirnya ia membuka pintu hati Abu Sufyan sendiri untuk memeluk Islam! Jika sedemikian sikap terhadap pemuka pemuka Kafir, bagaimana pula kita terhadap pemimpin pemimpin kita sendiri. Tidakkah seharusnya lebih baik dan murni. Maksudnya ialah cara kita menangani saudara seagama sendiri yang memegang tampuk kepimpinan. Benar, mereka mungkin telah berbuat kesilapan di sana sini, berlaku zalim, namun sudahkah kita tunaikan hak kita terhadap saudara seagama sebagaimana Nabi saw menunaikan hak kepada orang orang kafir (sebelumnya) seperti Abu Sufyan? Saya akur bahawa pemimpin perlu menunaikan hak rakyat, tidak berlaku zalim! Dalam keadaan sedemikian, jika keadaan berlaku sebaliknya, kita pula perlu menunaikan hak hak kita kepada pemimpin. Tidak perlulah kita memaki hamun, menghina dan mencerca kerana itu bukan sebahagian dari model dan contoh akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi saw. Pernah suatu ketika Saidina Ali dalam suatu peperangan (sila rujuk sirah dan kehidupan Saidina Ali) ingin memenggal kepala musuhnya akan tetapi disaat saat akhir, Saidina Ali tidak meneruskan niatnya kerana khuatir akan 'sebab musabab'? Apabila ditanya mengapa engkau tidak membunuhnya wahai Ali? Lalu Saidina Ali menjawab "aku bimbang memenggal kepalanya kerana aku marah berbanding kerana Allah"
Cuba fikirkan......ambillah ibrah dari peristiwa Sirah Nabi saw dan para sahabat! Jadikan ia prinsip kehidupan kita pada hari ini. Kelak kita akan selamat dari api neraka! Tidakkah itu akhirnya yang kita mahu? Mendapat redha Allah dan dimasukkan ke syurgaNya....berbanding ke neraka yang azabnya sangat dahsyat! 

Inilah kaedah dan prinsip yang perlu kita fahami dalam konteks perhubungan sesama manusia, sesama saudara seagama dan juga prinsip apabila berhadapan dengan musuh-musuh Islam. Ia sangat sesuai dan relevan dalam konteks kita pada hari ini. Benar! Kita ingin perjuangkan Islam, akan tetapi hendaklah kita berlandas jalan, kaedah, prinsip dan akhlak yang benar walaupun dengan sedemikian ia seolah olah kita 'kalah' atau seakan akan 'kalah'!

Harus diingat bahawa perjuangan adalah suatu proses yang panjang, dakwah pula perlu berterusan! Kita mulai dakwah dan perjuangan dengan diri sendiri dahulu, sempurnakan dengan sebaiknya hak hak untuk diri, kemudian keluarga-anak isteri dan keluarga terdekat! Jika semua orang melakukan sebegini, suatu 'wave' atau perubahan besar pasti berlaku! Jika kita terjun ke masyarakat akan tetapi rumahtangga kacau bilau, anak anak tidak terdidik sempurna, fikrah dan akhlak tidak utuh, dimana kemurnian perjuangan kita? Lebih lebih lagi jika kita membawa lesen ISLAM dalam perjuangan itu, tentunya akauntabiliti lebih berat terhadap diri! Sesungguhnya ia bukan mudah dan sangat berat amanah itu! Justeru, hendaklah kita bersederhana dalam apa jua tindakan dan kata kata! Moga moga Islam akan terus unggul pada hari ini dan pada masa akan datang! Marilah kita sama sama berjuang dengan sebaiknya mengikut landas yang telah ditunjukkan oleh Nabi saw dan para sahabatnya! Insyaallah, amiin!