Showing posts with label puisi iman. Show all posts
Showing posts with label puisi iman. Show all posts

Monday, August 13, 2012

Monolog di dinihari....!

Salam ukhuwwah....

Monolog dihujung ini.....!

Saat ia dinanti, ia hanya berlalu pergi, sepi tanpa sesiapa yang peduli, seolah olah bagaikan anak tiri yang tidak pernah dimengerti, walhal hadirnya sangat bererti di dunia abadi nanti, buat bekal hidup sesudah mati! Itulah lailatul qadar yang kononnya di nanti, namun siapa yang peduli!

Hanya sebahagian diri, sangat kecil bila dihitung ini, yang menyambutnya saat dinihari, dengan airmata meleleh lesu dan sepi, sedih dosa pilu meratap nasib diri, terkenang yang berlalu tidak mungkin kembali, membunga harapan yang sekian kini....ia muncul kembali setelah setahun pergi....hanya doa dan harapan ini, yang mereka tadahkan kini, mengharap dari Ya Rabbi, kerna dia segala tujuan kita  pergi!

Ia terus berlalu, seolah pasrah dengan diri....kerna tiada siapa kan mengerti betapa diri tiada yang ambil peduli...."mereka sibuk dengan persiapan diri, mereka tidak peduli, mereka tidak menanti, mereka tahu tetapi tetap tidak mahu mencari....!"

Jika ia adalah tawaran harta dan diskaun yang banyak...sudah tentu berbondong bondong kita mendatangi, namun, ia hanya tawaran yang dipandang sepi kerana kita tidak mengetahui erti dan peri, jika ia adalah berupa segunung emas, sudah tentu kita mendatangi namun itu tidak mungkin kita kecapi di dunia ini, jika ia adalah upah dan hadiah yang tidak terperi rupa dan nilaiannya, hatta merangkak sekalipun kita akan pergi mendapati, namun ia adalah suatu janji hakiki yang tidak kita mengerti nilainya di dunia ini...

Lalu pabila akhirat mendatangi diri, sesal dan sedih akan rugi mendatangi....
Lalu pabila timbangan dihadapan diri, kan terlihat betapa tidak berertinya apa yang dahulu amat dikejari....
Lalu pabila sirat perlu dilintasi, itu saat diri dimaki dan kebodohan diakui
Apapun saat itu, tiada apa yang berguna lagi
Saat itu Lalilatul qadar berlalu pergi, tidak mampu menjengah lagi...dia telah tidak dimengerti saat dunia utuh lagi, saat tagih simpati sangat bererti, lailatul qadar hanya sepi pergi...... 




Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.  

Wednesday, January 11, 2012

Yg ku mengerti!

Salam ukhuwwah!

Saya menulis, saya berkongsi dengan kalian,
apa yg saya fahami, apa yang saya ketahui,
agar ia menjadi peringatan buat diri dan kalian semua!
Ini kerana saya memahami lalu menghalusi
bahawa hidup ini tiada erti jika diri tidak mampu untuk berkongsi
dan melakukan manfaat buat diri
dan orang lain dalam apa jua cara yang murni
demi kerana ia tuntutan illahi!

Sekurang kurangnya, apabila diri ini tiada lagi,
dihadapanmu Illahi,
aku mampu mengungkap Ya Rabbi,
aku telah melakukan itu dan ini, mengajak mereka memahami,
dan menginsafi diri,
walau aku tidaklah segalanya mengerti, namun aku cuba mengikuti jalan dan laluan Nabimu, Ya Rabbi!

Kerna dia contoh buat diri,
Jalan jalan apa yg mampu ku ikuti,
Sepenuh daya dan upaya ku ini
Agar dia kan menjadi saksi
Bahawa aku ini telah meneladani dan mengikuti
Cebis cebis peninggalan qudwah hidup ini
Lalu ku sebarkan seluasnya yang pasti
Buat teman, sahabat, jiran, keluarga, anak2 dan isteri
Agar sedikit manapun ia mampu menjadi suri
Buat kompas agar kalian kenal diri
Lalu hidup menjadi lebih bererti
Di dunia mahupun di akhirat nanti!

Wallahua'lam!

Ku nukilkan saat menanti nombor giliranku dipanggil di Bank Rakyat Seksyen 9....

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.